Nama: Muhammad Zahrul Anam
Nim: 310113012116
Jurusan : Sistem Informasi
Kampus : STMIK Banjajarbaru
Tutorial Konfigurasi Kabel Jaringan
Ethernet
Ethernet Card
yang di pasang dan di install di PC merupakan jenis koneksi yang paling populer
dan paling banyak di gunakan di mana-mana dari tingkat jaringan kecil sampai
jaringan besar. Ethernet card sekarang ini biasanya dari setiap komputer telah
terintergrasi secara langsung dan siap pakai. Secara singkat dan simple nya
terdapat 2 koneksi umum yang digunakan dalam menghubungkan suatu perangkat
misalnya antara hub dengan hub, PC dengan PC dan PC dengan Hub, koneksi ini
dalam kabel UTP jaringan dikenal dengan teknik pemasangan Straight through dan
cross through. Secara singkat dan simple nya untuk menghubungkan 2 komputer
atau membuat suatu jaringan komputer kecil atau
besar ada 2 hal pokok yang perlu di lakukan: -
Pertama menyiapkan perangkat penghubung koneksi seperti : kabel UTP, Hub atau
switch, Router (bila di perlukan),... - Kedua memberikan alamat TCP/IP di
setiap Ethernet Card PC yang akan di hubungkan,
Alat dan bahan
Connector RJ45
berikut ini adalah connector RJ45, dalam urutan pemasangan kabel dapat dilihat
urutannya sebagai berikut :
Kabel UTP standar ; adalah kabel UTP standar yang digunakan dalam
jaringan LAN. Terdiri dari 8 warna yaitu : Crimping tools ; Alat yang mirip
tang yang digunakan untuk men-crimp kabel UTP pada RJ45 Oranye Putih Oranye Hijau
Putih Biru Biru Putih Hijau Coklat Putih Coklat
LAN Tester ; Digunakan untuk mengetes pemasangan kabel UTP terhadap
connector RJ45 karena jika terjadi salah crimp, kabel tidak bisa
dilepas dan connector juga harus di potong.
Menyiapkan Perangkat Penghubung
Untuk menghubungkan perangkat : - PC to PC - Hub to Hub - Switch to Switch - PC to
Router - Router to Access Point maka
digunakan koneksi kabel straight. Untuk pemasangan kabel straight standard
EIA/TIA-568B (Digunakan di Indonesia) adalah sbb :
Connector 1 Connector 2 URUTAN KABEL
WARNA URUTAN KABEL WARNA 1
Oranye Putih
1
Oranye Putih
2
Oranye
2
Oranye
3
Hijau Putih
3
Hijau Putih

4
Biru
4
Biru
5
Biru Putih
5
Biru Putih
6
Hijau
6
Hijau
7
Coklat Putih
7
Coklat Putih
8
Coklat
8
Coklat Menghubungkan 2 komputer langsung tanpa menggunakan hub atau switch
dapat dengan mudah dilakukan dengan menyiapkan kabel UTP yang di pasang
Connector RJ45 dengan susunan kabel cross, yang merupakan lawan dari kabel
straight-through. Untuk kabel Cross pemasangannya adalah sbb:
Connector 1 Connector 2 URUTAN KABEL
WARNA URUTAN KABEL WARNA 1
Oranye Putih
1 Hijau Putih 2
Oranye
2 Hijau 3
Hijau Putih
3 Oranye putih 4
Biru
4 Biru 5
Biru Putih
5 Biru Putih 6
Hijau
6 Oranye 7
Coklat Putih
7 Coklat Putih 8
Coklat
8 Coklat
Setting Network atau TCP/IP config
Setelah
persiapan kabel penghubung selesai maka langkah selanjutnya dalah men-setting Network
ID. Baik dalam koneksi PC to PC atau PC to Hub adalah setting IP config pada
dasarnya sama karena kita pada dasarnya menghubungkan suatu perangkat dalam
berkomunikasi workstation. Langkah – langkah Setting IP Address
•
Klik start –
connect to – Show all Connections
•
Klik kanan
pada Local Area Network – Properties – Internet Protocol (TCP/IP)
•
Isi alamat IP
address pada kotak tersebut dengan memilih ” Use the following IP address”, untuk
mengisi IP address misalnya komputer 1 kita anggap sebagai default gate away
(server) dan komputer 2 sebagai client, kita memberi alamat IP public class C
yaitu 192.168.x.x ….. Misalnya kita setting dulu IP address di komputer 1
sebagai server ; Setelah itu kita setting IP Address di komputer 2 sebagai
client ;



Setelah selesai, cek koneksi antara client – server dengan perintah
ping IP address Cek komputer yang terhubung dalam list dengan perintah net view
Koneksi Point to Point antar komputer telah selesai, selanjutnya adalah sharing
file untuk pertukaran data antar komputer. Sebelum sharing file, sebaiknya
ganti nama komputer, karena hal ini penting sebagai network ID saat komputer
kita digunakan dalam jaringan workstations.
Mengganti Nama Network ID
−
Klik kanan
pada icon My Computer – Properties – Computer Name
−
Pilih Change
lalu pilih workgroup, ganti nama komputer – OK
−
Jangan lupa
memberi comentar nama pada computer descriptions
−
Restart
komputer


Share drive/file/folder antar komputer
Sebelum itu
ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam share file/folder, dalam
men-share kan suatu file/folder ingat bahwa file kita dapat dilihat oleh user
lain maka perhatikanlah file/folder yang di-share bukanlah data pribadi/privasi
serta perhatikan juga pada pilihan setiap user
hanya boleh melihat
dan
boleh melihat juga mengedit
file/folder
yang kita share. Untuk share drive/file /folder cara nya sangat mudah, klik
kanan pada drive/file/folder, pilih properties, kemudian pilih sharing, beri
centrang pada “
share this folder on the
network
” agar orang
lain bisa melihat file/folder yang di share,untuk pilihan “
allow network user to change my
files
” agar user
lain selain melihat file bisa mengubah isi file/folder yang di share .


Jika berhasil, maka drive/file/folder akan ditandai oleh gambar
tambahan tangan pada icon.
Sharing device printer/fax
Share device
printer, tidak jauh berbeda dengan share file/folder. Langkah – langkahnya
adalah sebagai berikut :
−
Click start –
control panel – Printer and Faxes
−
Pilih printer
yang akan di share lalu klik kanan – pilih Sharing
−
Berilah
centrang pada bagian ”Share this printer” lalu beri nama alias printer di
network




Namun jika belum menginstall printer, anda dapat membuat sebuah device
printer yang nantinya dapat di share bagi pengguna workstation dengan cara add
new printer.
Internet sharing connections/DHCP
Settings
Jika ada
sebuah komputer bisa direct internet secara langsung, maka koneksi tersebut
dapat di share bagi pengguna lainnya. Misalnya sebuah perangkat komputer
terkoneksi dengan internet menggunakan modem handphone via dial-up seperti pada
gambar di bawah ini : Untuk share koneksi, klik kanan pada ikon tersebut lalu
pilih advanced, berikan tanda centrang pada ”allow other network users to
connect through this computer ‘s internet connections” pada pilihan Internet
Connections Sharing.


Untuk share koneksi semisal sebuah komputer terkoneksi dengan sub
intranet menggunakan wireless, share koneksi juga tidak jauh berbeda. Klik
kanan pada connections wireless pilih properties, lalu pilih advanced. Beri
centrang ”allow other network users to connect through this computer ‘s
internet connections” pada pilihan Internet Connections Sharing.



Pada kasus tersebut, Koneksi LAN dihubungkan secara DHCP (Dynamic Host
Configuration Protocol) dimana secara automatis setiap client komputer akan
diberi address secara automatis dari default gate away server. Namun secara
tekniknya dari komputer client secara langsung dapat kita beri IP address
secara static maupun dinamis (DHCP) sedangkan server memiliki IP address di set
statis untuk keperluan default gate away.
Setting Web Services
Web server
terdapat beberapa macam seperti contohnya Internet Informations Services (IIS),
Apache, Apache Tomcat, Jabber, Glassfish dan lain – lain. A.
IIS Services
IIS atau Internet Informations Services adalah Software services yang
terintegrasi dalam Windows digunakan dalam pembuatan Web site , konfigurasi,
dan management yang berhubungan dengan fungsi Internet . Internet Information
Services terdiri dari Network News Transfer Protocol (NNTP), File Transfer
Protocol (FTP), and Simple Mail Transfer Protocol (SMTP). Menginstall IIS 1.
Click
Start
, click
Control Panel
, dan click
Add or Remove Programs
. 2.
Click
Add/Remove Windows Components
. Muncul
Windows Components Wizard 3.
Beri centrang
pada Internet Informations Services (IIS), masukan CD jika ada konfirmasi untuk
memasukan CD Operating Systemnya. Setelah terinstall, cek local server dengan
mengetikan
localhost
pada
browser internet explorer, jika berhasil maka akan muncul seperti pada gambar
berikut :
Setting Localhost Secara default localhost atau server local dari
komputer akan muncul seperti pada gambar diatas, untuk menyetting localhost
yang nantinya dijadikan web server adalah sebagai berikut : Klik start – control
panel – administrative tools – Internet Informations Services. Untuk membuat
sebuah website server local, buatlah sebuah virtual directory dengan cara :
Collapse tanda [+] pada local computer lalu pada Default Web Site klik kanan,
New – Virtual Directory.


Berikan nama alias pada virtual directory Pilih letak File/Folder yang
akan dijadikan Web Site local, misalnya C:\Inetpub\wwwroot


Perlu diperhatikan, session ini terdapat pilihan perijinan dimana
sebuah virtual directory menjalankan programming CGI/ISAPI,boleh di edit oleh
user lain serta menulis ulang ataupun tidak. Berikan hak acces Read agar user
lain tidak melakukan perubahan terhadap virtual directory. Selanjutnya Next ,
virtual directory telah selesai. Untuk mengecek perubahan pada localhost, ketik
localhost
pada web
browser.


B.
XAMMP server
Install XAMPP server seperti pada menginstall software biasa, XAMPP merupakan
software yang opensource jadi source filenya mudah dicari di internet. Setelah
XAMPP terinstall jalankan services nya melalui XAMPP control panel, klik
iconnya pada desktop karena secara default, XAMPP akan membuat Shortcut icon di
desktop sedangkan file instalasi berada pada C:\xampp Cek browser terhadap
instalasi local server dengan mengetikan
localhost
atau
127.0.0.1 pada browser.


Setelah selesai, web siap di buat. Biasanya template web akan
dijalankan pada directory C:\xampp\htdocs. Xampp terdiri dari Apache server,
PHP MyAdmin, MYSQL database dan Filezilla sebagai layanan FTP. Bisa dilihat
pada gambar berikut. Untuk percobaan mengganti localhost Xampp adalah sebagai
berikut : Buatlah sebuah file semisal : halamanku.html lalu simpan pada
directory C:\xampp\httdocs Buka file C:\xampp\apache\conf\http.conf edit pada
bagian : Simpan perubahan, kemudian cek kembali pada localhost.
Keterangan : Tutorial dibuat menggunakan
Windows XP SP2


